Sunday, 20 October 2013

Tips Memenangkan Pertengkaran

Dalam suatu hubungan; keluarga,persahabatan,perkawinan, atau hal lainya sering terjadi sebuah konflik dimana kita merasa lebih benar. Disisi lain, pihak lain merasa bahwa dirinya juga lebih benar. Akhirnya terjadilah perselisihan diantara keduanya. Perselisihan itu bisa dimulai dari adu mulut (pertengkaran) sampai akhirnya terjadi konflik fisik.
Disini saya tidak mengajarkan anda memenangkan pertengkaran dengan emosi yang meluap dan teentunya akan melelahkan.
Saya lebih suka menyebutnya dengan memenangkan pendapat atau segi pandang anda terhadap apa yang menjadi penyebab pertengkaran itu sendiri.




  1. Kepala Dingin. Seringkali jika ada pertengkaran dimana orang lain begitu meluap dan mengemukakan pendapatnya dengan emosi dan berkata kata dengan nada yang tinggi kita akan terpancing melakukan hal yang sama. Hal itu tentu akan membuat suasana semakin memanas. Yang perlu anda lakukan adalah tetap menahan pembicaraan anda dalam nada wajar. Jangan langsung terpancing emosi.
  2. Mengalah. Tahan sikap egois anda. "Mengalah tidak berarti kalah". Yang perlu anda lakukan adalah berbicara kepadanya dengan nada yang wajar.
  3. Dengarkan ia berbicara. Dengar dan berilah kesempatan kepadanya untuk mengemukakan segi pandangnya. Setelah dia mengemukakan pendapatnya. Berkatalah dengan tetap tenang lalu ungkapkan dari sisi anda. Anda dapat memulainya dengan "Ya memang benar pandapatmu itu, akan tetapi...", "Ya memang benar, tapi tidaklah anda melihat bahwa..."
  4. Ajak ke segi pandang anda. Jika emosinya sudah menurun mulailah mengungkapakan sisi pandang anda. Bandingkan juga pendapat anda dengan pendapatnya dengan jelas tanpa menyinggung perasaanya.

Perselisihan atau pertengkaran adalah hal yang wajar dalam kehidupan. Namun apapbila anda mengabaikanya tentu akan menjadi suatu masalah yang besar. Maka tetaplah berpikir secara rasional.

Demikian yang dapat saya bagikan kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.




Menghadapi Rasa Minder

Kembali berkarya.. ya.. sudah cukup lama gak nulis. Mungkin terlalu sibuk, tapi kalo di pikir-pikir gak juga sih.
Kali ini saya lagi gak galau. Jadi sejenak lupakan tentang puisi2 melankonis yang pernah saya posting beberapa saat lalu (baca:setahun lalu). Haha.. sudah lama "beud".
Saya ingin belajar menulis dan berbagi hal yang bermanfaat bagi orang lain mungkin juga suatu pengalam pribadi.

Mungkin banyak teman-teman yang kurang percaya diri saat berkumpul dengan orang lain.
Rasa itu muncul dengan sendirinya dan tak terkontrol. Pada dasarnya kita berpikiran bahwa kita lebih rendah dari orang lain. Bahkan terkadang gerak gerik kita jadi terkesan kaku karna "takut salah" atau malu dengan apa yang kita kerjakan.
Pada dasarnya itu semua terjadi dari pikiran kita. Meski kadang diluar kendali tapi hal itu bisa dikurangi dengan "membiasakan diri".
Maksud saya, kita memang harus membiasakan diri dalam kondisi tersebut.
Misal ketika kita berkumpul atau bersosialisasi kita harus bisa membiasakan diri agar terlibat dalam sosialisasi tersebut.

  1. Komunikasi. Cara yang paling mudah adalah mulailah berbicara dengan orang-orang disekitar anda. Apa yang akan anda bicarakan? Jika anda pendiam dan pemalu pasti berpikiran bahwa orang yang terlalu "banyak bicara" itu terlalu banyak membicarakan hal yang tidak penting.Saya tidak menginginkan anda melakukan hal yang sama persis.Tapi memang kadang kita harus memulai pembicaraan yang tidak penting untuk memulai suatu komunikasi dan sebelum akhirnya terjadi interaksi sosial yang lain.
  2. Semua manusia sama. Buang jauh-jauh pikiran bahwa anda lebih rendah atau lebih bodoh dari orang lain. Kita punya hak yang sama dalam segala hal dalam hidup bermasyarakat. Tentunya di konteks lain kita juga harus bisa menempatkkan diri. Jadi mulailah mengeluarkan ide atau pendapat anda. Biarkan diri anda terlibat didalamnya.


Jika anda menarik diri, tentu orang lain akan sungkan dengan anda. Sebagai contoh jika anda tidak pernah bercanda tentu orang lain juga sungkan untuk mengajak anda bercanda.
Justru mereka juga akan kaku jika berhadapan dengan anda yang pendiam dan berbicara seperlunya. Mereka lebih nyaman dengan orang yang bisa diajak komunikasi. 
Maka mulai sekarang mulai biasakanlah diri anda untuk terbuka dengan orang lain. Buat mereka merasa nyaman dan bebas di dekat anda. Maka secara tidak langsung akan mengangkat rasa percaya diri anda.