Saturday, 8 December 2012

Mimpi

Terbangun di pagi buta...
Detak jantung berdegub dengan nada..
Menyanyikan bait-bait puisi rindu
Tentang rasa kekangenanku

Gadis cantik berbibir seksi
Rambut indah pipi berisi
Senyumnya manis menggoda
melupakan sgala lara

Tapi aku sungguh kecewa
Karna dirimu tak sungguh ada
Hadirmu hanya di mimpi belaka

Oleh : Adiv Sulistiyantoko , dini hari 9/12/12

Friday, 7 December 2012

Sahabatku




Ketika hati dirundung duka
terhanyut akan lara
dimana lagi ku mengadu..

Ingin rasanya ku berkisah
Tentang kekangenanku
pada gadis cantik berkerudung ungu

Sahabatku..
Kaupun boleh mengadu..
Menangis menguras air mata,
Hingga kau sudahi segala lara

Hidup ini indah..
Tapi jangan kau sangkakan mudah
Jalani apa yang kita inginkan
Tuhan yang kan memberi jalan..


Oleh : Adiv Sulistiyantoko , 7/12/12

Thursday, 6 December 2012

Kangen



Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku…
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna luka telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api.

diambil dari buku : EMPAT KUMPULAN SAJAK, karya RENDRA, penerbit Pustaka Jaya



Kepada Embun Pagi



Mentari muncul dengan senyuman
Bersinar, menghangatkan

Setitik embun daun senja mengalir menetes
menimpa kegundahan hati
Menyibakkan pintu nurani
Mengikis kegalauan jiwa
Menumbuhkan asa yang tependam

Wahai Embun pagi..
lunturkanlah sgala kepahitan
tentang mimpi buruk yang muncul lalu menghilang
tentang gadis kecil yang terpaksa tidur di jalanan
walau terlihat tegar, tahukah kau ia menangis semalam?

Wahai mentari.
Teruslah menerangi cita-cita, mimpi, dan harapan..


Oleh : Adiv Sulistiyantoko , 7/12/12

Cemburu

Aku adalah ego yang terbakar karena kebencian
Aku adalah dendam tak terbalaskan
Aku adalah panas yang mampu meleburkan kedamaian
Aku adalah sakit dengan derita tak tertahankan
Aku adalah amarah yang tak tersampaikan
Kau jadikan aku menderita..
Mendapati dirimu dengan yang lain..


Oleh : Adiv Sulistiyantoko ,6/12/12

'Angin'

Kususuri jejak cinta yang terhapus oleh nestapa
Langkahku terhenti di ujung jurang ketidakpastian
Kulihat senyum indah itu di seberang
Tak salah lagi itulah dia
Ah, Kurindu dekapnya, Kurindu kecupnya..
Hei, kenapa jurang ini begitu dalam?
Tak mungkin ku mencapainya..
Kemudian semuanya diam.
Langitpun menghitam.
Hanya semilir 'angin' yang datang perlahan..perlahan.. hingga aku tak kuasa menahannya..
Ia menghempaskanku ke tanah.
Pasrah..
Kubiarkan ia membunuhku..
Mati..
Hingga ku terkubur bersama butiran debu yg dibawanya bersamanya..

Ia mendekat memakiku setelah aku mati dan merebut cinta didepan mataku..
Ia bilang aku tak pantas??


Oleh : Adiv sulistiyantoko, 29/11/2012