Thursday, 6 December 2012

Kepada Embun Pagi



Mentari muncul dengan senyuman
Bersinar, menghangatkan

Setitik embun daun senja mengalir menetes
menimpa kegundahan hati
Menyibakkan pintu nurani
Mengikis kegalauan jiwa
Menumbuhkan asa yang tependam

Wahai Embun pagi..
lunturkanlah sgala kepahitan
tentang mimpi buruk yang muncul lalu menghilang
tentang gadis kecil yang terpaksa tidur di jalanan
walau terlihat tegar, tahukah kau ia menangis semalam?

Wahai mentari.
Teruslah menerangi cita-cita, mimpi, dan harapan..


Oleh : Adiv Sulistiyantoko , 7/12/12

No comments:

Post a Comment